Gowa

Balla Lompoa Gowa bersejarah; Bersih, Sejahtera, Aman, Rapi dan Hijau.

Kabupaten Gowa yang memiliki luas wilayah 1.883,32 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 586.000 jiwa ini memiliki posisi yang strategis karena berbatasan langsung dengan kota Makassar sebagai ibukota propinsi Sulawesi Selatan.

Gowa yang merupakan salah satu kota tua di Sulawesi Selatan memiliki banyak sekali situs sejarah sejak zaman Belanda hingga masa kemerdekaan. Sebut saja Museum Balla Lompoa ( ), Benteng Somba Opu ( ), Makam Sultan Hasanuddin ( ) dan sebagainya.

Bukan itu saja, Gowa juga memiliki banyak sekali daerah alami yang berpotensi sebagai daerah tujuan wisata seperti Pegunungan Malino, Danau Bili-bili, Puncak Bawakaraeng, hutan pinus, kebun the dan markisa, dan banyak sekali lokasi air terjun.

Perjalanan ke Gowa
Tanggal 22 Januari 2009, setelah beberapa minggu bertugas di Makassar, aku berkesempatan mengunjungi Museum Balla Lompoa di pusat kota Gowa, Museum tersebut merupakan istana peninggalan kerajaan Gowa ( ) yang dipimpin oleh . kemudian perjalananku dilanjutkan ke kompleks pemakaman tua, tempat raja-raja Gowa termasuk makam Sultan Hasanuddin dimakamkan.

Dua hari kemudian, 24 dan 25 Januari 2009, aku mengikuti sebuah acara di Tanjung Bayang, sebuah lokasi wisata tepi pantai yang di lengkapi dengan rumah-rumah panggung yang di sewakan, hampir setiap hari sabtu dan minggu, daerah wisata Tanjung Bayang ramai di penuhi pengunjung. Kebanyakan para mahasiswa dari berbagai universitas dan sekolah tinggi di Makassar yang melaksanakan raker ataupun pelatihan disana. Tak heran jika suara-suara berdebat, ataupun diskusi ramai di sela-sela alunan musik yang menggugah semangat.

7 Februari 2009, bersama dengan tujuh kawan lainnya, aku mengunjungi Benteng Somba Opu. Sebuah benteng pertahanan kerajaan Gowa dari serangan Belanda masa itu. Benteng yang menghadap ke arah laut tersebut sekarang ini menjadi semacam museum bagi rumah-rumah adat setiap daerah di Sulawesi Selatan. Meski seluruh rumah memiliki bentuk dasar yang sama, yakni rumah panggung, namun rumah-rumah dari setiap kabupaten memiliki ciri khas yang berbeda.
Batu Bulua
Benteng Somba Opu

Danau Bili-bili
Kanreapia
Lembanna
Makam Raja-Raja
Malino
Tanjung Bayang

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s